Raker bersama Menkes, Hasnah Syam Soroti Rendahnya Capaian Imunisasi Dasar Lengkap

    Raker bersama Menkes, Hasnah Syam Soroti Rendahnya Capaian Imunisasi Dasar Lengkap

    JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Nasdem, drg. Hj. Hasnah Syam MARS., dalam Rapat Kerja Komisi IX bersama Kementerian Kesehatan RI, dihadapan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa agar pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan bersama jajarannya sampai ke tingkat Puskesmas, jangan hanya fokus saja kepada penanganan covid 19, akan tetapi pemerintah juga harus tetap memperhatikan dan memprioritaskan pelaksaan program-program prioritas lainnya termasuk yang paling mendasar adalah pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap yang capaiannya saat ini masih rendah, dan cenderung belum mencapai target. 

    "Program imunisasi adalah program untuk melindungi penduduk secara spesifik terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan berpotensi wabah seperti TB, folio, campak, dan lain-lain sehingga ini penting dan sayangnya saat ini capaian program imunisasi dasar lengkap belum mencapai target yang ditetapkan, dimana hal ini akan berpotensi menimbulkan populasi yang rentan terkena penyakit dan kemudian masyarakat kita tidak akan kebal dalam menghadapi wabah terutama penyakit PD3I. Oleh karena itu saya minta ini menjadi perhatian dari bapak menteri agar ada langkah kongkrit dalam penyelesaian masalah ini, " jelas Ibu Dokter, sapaan akrabnya, Senin (17/1/2022).

    Terkait kurang maksimalnya capaian imunisasi dasar lengkap ini Hasnah Syam memandang bahwa selain karena dalam masa pandemi Covid-19 juga ada kendala lain, yang sebenarnya kita fokus maka ini mudah kita selesaikan yaitu diantaranya persoalan ketersediaan vaksin.

    "Pak Menteri tadi mengatakan bahwa capaian rendah imunisasi dasar lengkap disebabkan oleh pandemi Covid-19, namun selain itu ada kendala lain. Saya sering mendengar keluhan tenaga kesehatan di beberapa daerah, mereka menyatakan sebenarnya mereka siap untuk memaksimalkan program ini akan tetapi di lapangan terkadang ditemui persoalan yang  salah satunya adalah ketersediaan vaksin yang sering tidak tersedia dalam rentang waktu yang lama", harapnya.

    "Atas dasar itu saya minta perhatian kepada bapak Menkes beserta jajaran, agar menyelesaikan permasalahan ini dan menjaga agar tidak terjadi lagi kekosongan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap sampai ke daerah", ucapnya. 

    Diakhir kesempatan Hasnah Syam juga meminta Kemenkes khususnya bagi daerah yang belum mencapai target agar melakukan kejar target sasaran, dan menjadikan ini sebagai kerja bersama seluruh stake holder terkait.

    "Kita ketahui bahwa untuk mencapai kekebalan kelompok, maka capaian cakupan IDL harus mencapai 95% secara merata disemua wilayah, sampai unit terkecil desa/kelurahan, untuk itu bagi yg belum mencapai target lakukan percepatan dengan kejar sasaran sampai di rumah rumah mereka, dengan melibatkan seluruh fungsi kelembagaan yang ada", ungkap Hasnah Syam.

    (Red)

    Jakarta DPR
    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi

    Artikel Berikutnya

    Paripurna DPRD Barru, Ketua Komisi III Soroti...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Narsono Son

    Totong Setiyadi

    Totong Setiyadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Mar 28, 2021

    Alamsyah putra

    Alamsyah putra verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Apr 22, 2021

    Iswan Dukomalamo

    Iswan Dukomalamo verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 2

    Registered: Dec 28, 2021

    Sumarno

    Sumarno

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 11, 2022

    Follow Us

    Recommended Posts

    DPRD Barru Rekomendasikan Penutupan Ternak Ayam Potong di Desa Pancana
    Tony Rosyid: Anies Menguat, Semua Merapat
    Kisruh Pupuk Subsidi, Anggota DPRD Barru Syamsu Rijal Terjun Lakukan Monitoring
    Komisi III DPRD Barru Gelar RDP Terkait Penyaluran BPNT
    Tony Rosyid: Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?