DPRD Barru Rekomendasikan Penutupan Ternak Ayam Potong di Desa Pancana

    DPRD Barru Rekomendasikan Penutupan Ternak Ayam Potong di Desa Pancana

    BARRU - Keluhan warga masyarakat Pancana perihal lokasi peternakan ayam potong yang berada disekitar Puskesmas, SMP Negeri Pancana yang mengeluarkan bau tidak sedap mendapat tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Barru. 

    Anggota DPRD yang dipimpin Ketua Komisi III Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si didampingi Camat  Tanete Rilau Akmaluddin S. STP. M. Si. Kapolsek Tanete Rilau AKP. Aspar.  Kepala Puskesmas Pancana, Halal SKM. M.Kes, Kepala Desa Pancana M. Idris turun kelokasi peternakan, di Pancana, Kamis (3/2/2022).

    Pemilik usaha peternakan, dr. Lukman mengaku membangun lokasi pertenakan karena telah mengantongi izin usaha. 

    "Kami membangun peternakan ayam potong dilokasi ini berdasarkan izin yang kami peroleh dari pihak berwenang",  jelas mantan Dirut RSUD Barru itu lalu menyebut investasi ratusan juta rupiah telah digelontorkan membangun berasal dari pinjaman kredit usaha dari salah satu bank swasta. 

    Informasi yang dihimpun dilokasi menyebutkan dampak dari keberadaan kandang ayam potong tersebut sangat dirasakan warga sekitar, bahkan SMP Negeri Pancana dan Puskesmas Pancana ikut merasakan dampaknya.

    Lokasi peternakan dan Puskesmas yang hanya diantarai pagar paling merasakan bau busuk dan lalat yang merasuk keruangan digedung Puskesmas tersebut. 

    Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, antara pemilik usaha dan pihak yang terdampak difasilitasi anggota DPRD diperoleh kesepakatan dengan menghentikan operasional peternakan tersebut. 

    "Hari ini kita sepakati bersama bahwa peternakan ini ditutup dan tidak beroperasi lagi dan kepada pemilik diberi kelonggaran waktu untuk memindahkan kelokasi yang jauh dari permukiman warga", jelas Syahrulllah, anggota DPRD Barru. 

    Anggota Komisi I, Hacing. S. Sos yang dimintai tanggapannya mengaku menyesalkan keluarnya izin usaha peternakan ayam potong tersebut. 

    "Seharusnya pihak Dinas Lingkungan Hidup dan PMPTSP selektif mengeluarkan izin yang ujung ujungnya bersoal seperti ini. Kasian pengusaha sudah keluarkan dana tidak sedikit lalu ditutup. Kan rugi besar", tandas dia. 

    Anggota DPRD Barru yang turut hadir, Hj. Hamsiati. Hacing. S. Sos.  AKBP (Purn)  H. Jamaluddin Ismail. SE. Sulaeman,  S. Pd. Tenaga Ahli Komisi III Drs Muharram. 

    (Ahkam/Syam)

    Barru Sulsel
    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi

    Artikel Sebelumnya

    Kisruh Pupuk Subsidi, Anggota DPRD Barru...

    Artikel Berikutnya

    RDP Terkait Tambang Galian C di Ceppaga,...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Narsono Son

    Totong Setiyadi

    Totong Setiyadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Mar 28, 2021

    Alamsyah putra

    Alamsyah putra verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Apr 22, 2021

    Iswan Dukomalamo

    Iswan Dukomalamo verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 2

    Registered: Dec 28, 2021

    Sumarno

    Sumarno

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 11, 2022

    Follow Us

    Recommended Posts

    DPRD Barru Rekomendasikan Penutupan Ternak Ayam Potong di Desa Pancana
    Tony Rosyid: Anies Menguat, Semua Merapat
    Kisruh Pupuk Subsidi, Anggota DPRD Barru Syamsu Rijal Terjun Lakukan Monitoring
    Komisi III DPRD Barru Gelar RDP Terkait Penyaluran BPNT
    Tony Rosyid: Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?